Investasi Barang Elektronik

Alkisah, tiga tahun yang lalu, saya membeli seperangkat DVD dan audio player yang bisa digantung di tembok. Perangkat ini memiliki satu subwoofer wireless. Mengapa saya membeli perangkat ini? Alasan pertama adalah karena bisa digantung di tembok. Jadi menghemat ruang. Alasan kedua adalah koneksi ke subwoofer berupa wireless. Jadi saya tak perlu repot-repot menggulung kabel.

Namun zaman terus berganti. Sekarang sudah era Apple Music dan Spotify. Koleksi CD saya rasanya akan berhenti menjadi pajangan saja. Memilih lagu sekarang sudah semudah menjetikkan jari. Tak perlu lagi gonta-ganti CD untuk mendengarkan lagu. Untuk film belum ada layanan serupa kan? Jadi melanggan satu bulan lantas bisa menonton film apa saja.

Perangkat audio player ini bisa memutar CD audio dan juga DVD film. Jadi saat itu, kami rajin membeli DVD bajakan dan menonton di TV.

Perangkat ini pun sudah tak berfungsi 100%. Entah mengapa, perangkat dengan optik, penyakitnya ya itu: jadi tak lagi bisa membaca CD.

Lantas, judul ini pun berupa oksimoron. Jadi, setiap kita membeli barang elektronik sejatinya itu harga barang itu tak akan bertahan. Jadi, membeli barang elektronik bukanlah investasi.

Sekarang saya sedang berpikir, apa yang bisa saya lakukan pada perangkat audio player ini?

3 pemikiran pada “Investasi Barang Elektronik

  1. Netflix mas? Atau iFlix juga bisa.
    Popcorn time juga boleh :v

    Tapi, alat elektronik, konon masa baktinya rata-rata memang sekitar 3 tahun. Entah karena rusak atau tertinggal oleh zaman…

    1. Wah, masih fakir bandwidth ini Sun. Belum masuk yang optik euy. Iya, pertiga tahun ganti. Tapi kok komputerku belum ada retina display aja iki. Hahaha..,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s