Kaos Kaki Tertinggal

Berpikir paralel bagi laki-laki adalah momok. Kalau perempuan, yang saya tahu sulit membaca peta.

Alkisah pagi ini saya kembali memulai hari lebih pagi. Dalam pikiran saya sudah ada hal-hal yang harus saya lakukan secara berurutan. Baca: berurutan, bukan bersamaan. Mulai dari mencuci piring kotor, menyiapkan bekal makanan, menyiapkan sarapan, kapan bisa memasak, hingga berangkat sekolah.

Nah apesnya, kok bisa ternyata saya lupa menyiapkan kaos kaki. Zaidan memang biasa mengenakan kaos kaki di dalam mobil saat di dalam perjalanan menuju sekolah. Nah, tadi pagi saya lupa. Mau menulis di buku komunikasi ternyata di mobil tak ada pulpen. Mau mutar-balik, kok malas.

Akhirnya, sesampainya di rumah, saya mengeluarkan sepeda saya dan membawakan sepatu beserta kaos kaki ke sekolah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s