Meninggalkan Indonesia

Taman di belakang rumah.

Pagi ini, saya mengklik tautan Quora, mengenai “Mengapa pergi meninggalkan Indonesia?”. Saya membaca jawaban kedua: yang mengkisahkan bagaimana ia yang datang dari latar belakang etnis Cina, dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Orang tuanya pun harus banting tulang agar ia bisa bersekolah di sekolah swasta.

Ia sempat di Singapura, lalu mendapatkan status penduduk tetap di Melbourne, Australia, hingga akhirnya menjadi warga negara Australia. Ia mengkritik bagaimana kondisi sosial di tempat ia hidup. Tak cuma saat di Indonesia, tapi juga di Singapura, Melbourne, bahkan London.

Terkadang saya lebih menghargai orang yang memilih pergi meninggalkan Indonesia daripada kembali ke Indonesia tapi tak membawa perubahan dan menjadi orang kebanyakan: yang sedikit-sedikit marah.

Apakah saya akan meninggalkan Indonesia?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s