Susahnya Naik Mobil di Jalan Sempit

Barangkali judul di atas bisa menjelaskan mengapa selain memiliki mobil, Jakartans memiliki lebih dari satu sepeda motor. Mengendarai mobil di jalan sempit itu sulit.

Kemarin saya terpaksa mundur, memberikan jalan mobil dari arah berlawanan. Padahal di mulut jalan ini sudah dipasang rambu lalu lintas bahwa jalan sempit dan berlaku satu arah untuk mobil. Tadi pagi, saya terpaksa melanggar rambu lalu lintas ini karena sedang ada pekerjaan pemasangan gorong-gorong.

Sebenarnya saya lebih suka naik sepeda, tapi boncengan sepeda saya rasanya sudah terlalu kecil bagi Zaidan. Sementara saya belum melatih Zaidan untuk bersepeda ke sekolah. Saya masih merasa ia terlalu kecil untuk bersepeda di jalan raya berbagi jalan bersama mobil dan motor.

Saya mencoba mencari bendera oranye sebagai safety flag di sini, tapi tak ketemu. Yah, niatnya bendera oranye ini bisa membantu memberi tahu orang lain bahwa anak ini masih “belajar” bersepeda di jalan raya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s