Keramahan Pesepeda di Jakarta

Bersepeda di Jakarta merupakan anomali. Kota dengan segala ketergesaan, naik sepeda menjadi sesuatu yang tak umum. Jalanan merupakan ajang balapan maka mengapa naik sepeda?

Saat kemarin saya mau cari sarapan ketoprak, tiba-tiba saya mendengar bunyi bel sepeda datang dari arah belakang saya. Saya tak menoleh karena saya sedang fokus mau belok kanan. Saya mengangkat tangan kanan saya sebagai kode sein bahwa saya akan belok kanan.

Lalu tiba-tiba dari belakang, dua orang pesepeda menyalip saya, sambil menegur. Oh betapa ramahnya pesepeda di Jakarta.

Ini bukan kejadian kali pertama. Jika pesepeda lain datang dari arah berlawanan, maka minimal entah ia akan membunyikan bel atau melempar senyum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s