Susahnya Mencari Parkir

Setelah 2 tahun hidup tanpa mobil, sekarang saya kembali merasakan susahnya mencari parkir mobil. Hah.

Awalnya saya berencana parkir mobil di sekitaran Ganesha, lalu saya akan mengajak anak saya berjalan kaki melewati Plesiran lalu melihat Teras Cihampelas. Saya ingin anak saya melihat pemandangan yang tak bisa dilihat kalau tidak berjalan kaki dengan melintasi Jl. Plesiran ini.

Karena saya tak suka dengan mobil yang parkir di pinggir bahu jalan, saya mengusulkan istri saya untuk coba parkir di RS. Borromeus. Sebelumnya kami sudah mencoba ke basement Masjid Salman, dan penuh. Ternyata gedung parkir atau apapun namanya di RS. Borromeus ini bagaikan maze sempit. Rasanya tidak didesain dengan apik. Mobil pun banyak sekali.

Akhirnya kami harus parkir di tempat makan 180. Ini pun menggunakan jasa valet. Kalau tidak, bisa-bisa disela-sela makan saya harus keluar/masuk untuk menggeser mobil. Satu-dua mobil yang parkir di tempat makan ini pun sebenarnya menggunakan trotoar untuk parkir. Saya tidak suka ini, karena trotoar adalah hak asasi pejalan kaki.

Lantas bagaimana mengurai benang kusut ini?

Jumlah penduduk terlalu banyak. Jumlah kendaraan bermotor terlalu banyak sementara angkot tak bisa diandalkan.

Bagaimana caranya membuat orang bisa parkir mobil di pinggiran kota lalu ke pusat kota orang bisa berjalan kaki?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s