Memahami Budaya Orang Lain

Pada satu percakapan random tiba-tiba seorang teman saya berujar:

In my opinion all moslems are strict. But what I don’t understand most is why moslems are not allowed to eat pork?

Nah lho. Apa yang akan Anda jawab apabila Anda ditanya hal tersebut oleh teman Anda yang sehari-harinya terbiasa makan babi?

Jika kita hidup di Indonesia, dan sehari-harinya berada dalam lingkaran mayoritas muslim, tentu akan kecil sekali kemungkinan memiliki teman yang makan babi. Bisa jadi orang yang makan babi akan tersingkir dalam lingkaran pergaulan ini.

Ada kalanya kita menerima hal-hal yang sudah menjadi aturan begitu saja tanpa berpikir kenapa atau berusaha kritis. Apalagi jika berada dalam lingkaran ini terus. Ya, dari orang tua turun-temurun kita selalu diajarkan untuk tidak makan babi.

Jika memilih pendekatan rasional, misal babi hidup di tempat kotor, atau menurut penelitian bahwa makan babi bisa menyebabkan penyakit dst, hal ini bisa menjadi jawaban ofensif bagi mereka yang terbiasa makan babi. Toh, selama ini mereka hidup baik-baik saja. Termasuk dari generasi sebelum-sebelumnya.

Jawaban pamungkas yang menurut saya juga akan menutup ruang diskusi adalah mengatakan bahwa agama Islam melarang pemeluknya memakan babi. Tertulis dalam kitab suci. Titik. Nah, saya ingin tahu, bagaimana respon orang ini terhadap jawaban dogmatis ini?

Kehidupan manusia di dunia itu sungguh penuh warna.

<blockquote}To live is to travel – Hans Christian Andersen

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s