Aksara Jawa vs Aksara Belanda

Masih seputar film Kartini arahan sutradara Hanung Bramantyo (ejaan?). Ini merupakan kutipan kedua yang saya suka.

Kartini akhirnya dilamar. Mendadak, digambarkan dunia Kartini menjadi gelap. Kartini pun diajak berbicara dari hati-ke-hati oleh Ibu kandungnya.

“Ndhuk, apa yang ada dari aksara Belanda yang kamu pelajari”, tanya Ibu.
“Kebebasan”, jawab Kartini singkat.

“Sementara, apa yang tidak ada dari aksara Belanda dan ada di aksara Jawa?”

Lalu, setting film berubah. Digambarkan aksara jawa: ta na la. Lalu diberi apa, sehingga menjadi tri ni dan l. La dipangku menjadi l. Saya tak pernah belajar aksara Jawa jadi saya tak tahu banyak.

“Yang tidak ada di aksara Belanda itu adalah memangku, Ndhuk”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s