Masih Ada yang Lebih Miskin

Sore kemarin, saya mengganti shifter sepeda. Tidak, tidak. Sepeda yang saya gunakan bukanlah keluaran anyar. Ini sepeda bapak saya yang usianya sudah lebih dari 10 tahun rasanya. Saya ingat sepeda ini ada di Pondok Bambu.

Shifter baru-nya pun harganya masih kurang dari AUD$20. Masih lebih mahal saat saya memutuskan membeli lampu sepeda depan dan belakang saat di down under dulu. Harga keduanya AUD$30. Saat itu saya memutuskan membeli lampu sepeda ini karena saya takut ditilang tidak menggunakan lampu saat bersepeda di malam hari. AUD$30 termasuk jumlah uang yang banyak, dan saat itu saya belum bekerja.

Singkat cerita, saya mengobrol sedikit-banyak dengan sang montir sepeda. Ia bercerita bahwa kemarin ia sibuk memantau sistem saringan masuk SMP negeri di Kota Depok. Anaknya harus tersingkir dan ia pun bersiap-siap untuk memasukkan anaknya ke SMP swasta.

Menurut saya sistem saringan masuk sekolah negeri sudah cukup adil. Khususnya untuk poin penghitungan bobot lokasi rumah vs lokasi sekolah. Tujuannya adalah agar anak cukup bersekolah di sekolah lokal, alih-alih pergi jauh-jauh. Ini adil untuk sekolah negeri, namun untuk sekolah swasta, ya terserah orang tuanya mau menyekolahkan anaknya di mana.

Sang montir bercerita, 65% kursi menggunakan seleksi ini. Sisanya ada sistem saringa bagi orang miskin, dll. Ia mengatakan,

“mau mengurus kartu miskin, kok rasanya masih ada yang lebih miskin dari dirinya. Kalau lebih kaya, tentunya banyak.”

Dalam hati saya berujar, “Wah, orang seperti ini saja masih merasa ada yang lebih kekurangan”. Klo melihat kelas menengah yang lebih sering mengeluh, saya jadi terenyuh.

Bengkel sepeda yang saya kunjungi adalah bengkel sepeda lokal. Bukan bengkel sepeda semacam Bike Colony. Ia mengontrak sebidang tanah kecil di pinggir jalan, yang bahkan tak ada tempat parkir untuk motor.

Iklan

Satu pemikiran pada “Masih Ada yang Lebih Miskin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s