Ban Kempes Saat Bersepeda

Pagi ini saya keluar rumah sebelum matahari terbit. Saya berencana bersepeda bersama bike buddy saya :B Eh, ternyata teman saya mengabari baru bisa bergabung agak siang. Saya terlambat membaca pesan ini. Saya sudah telanjur keluar rumah dengan kostum dan siap menggowes saja.

Akhirnya, saya putuskan ke UI saja. Baru satu putaran, ternyata ban saya kempes. Hadoh. Saya berpikir untuk jalan kaki saja deh ke rumah, menuntun sepeda. Saya kabari teman saya.

Sambil berjalan, saya nanya tukang ojek, apakah ada tukang tambal ban. Saya dikasih tahu ada di depan kelurahan. Setibanya di depan kelurahan, sang petugas baru bersiap membuka bengkel. Namun ternyata ia tak bisa (atau tak mau?) menambal ban sepeda.

Ya sudah, saya minta pompa saja.

Tak lama kemudian, ban pun mulai perlahan kempes. Ya berarti ada yang bocor.

Untungnya teman saya datang. Ia datang membawa ban dalam. Saya pinjam obeng/alat pencongkel untuk mengambil ban dalam. Tara! Ban tak lagi kempes. Tapi entah mengapa, ban yang saya gunakan seperti benjol. Jadi, saat ban berputar, selalu terasa duk-duk-duk teratur.

Biar pun ban benjol, saya putuskan untuk tetap menggowes. Kali ini saya menggowes sejauh 35 km. Wooow…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s