Diskusi Labedu di Tengah Malam

Malam minggu kemarin, kami berdiskusi cukup berat mengenai Labedu. Gara-gara Labedu. Labedu adalah tokoh utama dalam salah satu buku yang dibaca anak kami. Anak kami dibawakan buku dari sekolah untuk dibaca setiap hari.

Sebenarnya hal ini merupakan isu lama yang sudah pernah kami bahas: mencari buku yang bagus untuk anak-anak sesuai dengan masa tumbuh kembangnya. Jika mau diperluas, sebenarnya masalah ini tidak cuma di buku tapi juga tontonan.

Kosakata di buku ini kami nilai terlalu sulit untuk dipahami bagi anak kelas 2 SD. Istri saya berkomentar, cerita Labedu ini terlalu sulit dicerna. Terlalu rumit dan kompleks. Tak sederhana.

Tampaknya saya masih perlu menelusuri perpustakaan lokal dan toko buku untuk mencari buku anak yang bagus. Eh tapi saya lihat belakangan di lingkaran media sosial saya, sudah mulai muncul inisiatif dari mereka yang mengalami masalah yang sama. Mereka berinisiatif menerbitkan buku sendiri dan dijual sendiri.

Wah zaman memang sudah semakin bergeser.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.