Kegunaan Multimedia

Blog itu hanyalah tren sesaat. Begitulah ujar RS, sang tokoh telematika.

Saat itu blog begitu populer. Tentu saja blogger langsung menyerang balik pernyataan RS ini. Tapi, siapa sangka, ternyata RS benar juga kan? Rasanya semakin sedikit yang menulis blog.

Instagram telah menjadi wadah sendiri. Bahkan seringkali saya melihat orang menulis begitu banyak tulisan di instagram story-nya. Ini sudah seperti blog saja.

Fitur auto feed, jadi kita tak perlu melanggan, memudahkan orang untuk melihat. Belum lagi fitur bertanya, membuat semakin interaktif. Plus gambar-gambar, efek-efek, sesuatu yang tak bisa dihadirkan di blog statis.

Jadi, apakah saatnya belajar membuat konten multimedia? Menurut saya tak ada salahnya. Dan ternyata, bagi sebagian orang, mereka hanya bisa menikmati konten multimedia.

Bagi mereka yang difabilitas pandangan, mendengarkan tentu jadi alternatif utama. Saya jadi terpikir untuk merekam suara saya saat membaca suatu buku.

Ini sebenarnya merupakan bentuk kegusaran saya terhadap ketidakadaan buku audio berbahasa Indonesia. Padahal, mereka dengan difabilitas pandangan tentu akan sulit membaca buku teks.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.