Milenial yang Tak Mengenal Email

Milenial, milenial dan milenial. Kalau menurut definisi, sebenarnya saya termasuk milenial. Milenial awal. Tapi entah mengapa ada tarik-ulur apakah saya termasuk milenial atau bukan di dalam perasaan saya. Biar bagaimana, saya tetap melihat mereka yang muda adalah mereka yang berkarya.

Mereka yang lebih tua hanya lebih dari sisi pengalaman (dan lebih bijak).

Saat saya kuliah dulu, saya melanggan banyak mailing-list. Termasuk milis tanya-jawab @ linux.or.id yang diinisiasi oleh Mas Ronny Haryanto. Saya bertanya banyak soal GNU/Linux dll. Termasuk sesekali menjawab apabila ada yang saya tahu.

Saya belajar bagaimana bertanya yang baik dan juga menjawab yang jelas. Mulai dari subjek email, masalah apa yang saya hadapi, dan ERROR log yang muncul.

Namun milenial tak terlalu mengenal email. Mereka kenal dengan instant messaging lebih dulu. Grup Telegram begitu aktif yang saya tak bisa mengikutinya. Tidak ada subjek, dan tidak ada thread. Sulit untuk mengikuti alur pertanyaan-jawaban.

Namun tampaknya masalah yang saya hadapi tak dirasakan menjadi masalah bagi milenial. Mereka masih aktif di instant messaging seperti ini.

Jadi terjadi pergeseran medium.

2 pemikiran pada “Milenial yang Tak Mengenal Email

  1. I feel you banget ini mas. hehehe.

    Dulu bikin email terus mau ngirim tuh mikir (ya sampai sekarang sih, apalagi kalau terkait soal kerjaan). Kalau yg skrg sering nemu dpt email ya as if they are talking to a friend in chat room.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.