Dunia yang Terus Bergerak

Satu hal yang saya ingat dari satu cerpen karya Desi Anwar adalah bagaimana sang tokoh menggambarkan bapaknya sebagai sosok yang statis. Tidak mengikuti perubahan di dunia yang terus bergerak. Bapaknya masih mengenakan gaya pakaian yang sama.

Dunia memang terus bergerak. Sejauh mana kita perlu mengikutinya? Apakah kita harus terus berlari di perlombaan yang sejatinya takkan pernah kita menangkan?

Teknologi pun terus berkembang. Dalam dunia perangkat lunak, dulu kita mengenal model waterfall. Zaman sekarang, siklus waterfall sudah tak bisa diikuti lagi. Siklus ini terlalu lama, sementara perubahan terlalu cepat untuk bisa diakomodasi dengan model waterfall. Lahirlah scrum, agile dll.

Jika dulu ada subversion untuk melacak perubahan kode, sekarang ada git. Git begitu populer. Belum selesai dengan git, ada lagi CI/CD: Continuous Integration/Continuous Delivery. Belum selesai dengan virtualisasi, sekarang ada serverless.

Dan seterusnya, dan seterusnya.

Mengikuti perubahan bagi saya penting. Dan saya rasa, mereka yang mudah lebih terbuka terhadap hal-hal yang baru.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.