Teknik Podomoro

Saat bekerja saya mencoba menerapkan teknik podomoro. Eh, tapi kok rasanya susah. 25 menit bekerja lalu 5 menit istirahat.

BEkerja terus-menerus memang akan melelahkan, tapi seringkali saya merasa penasaran jika masalah belum terpecahkan. Nah, jadinya suka terus-menerus.

Kalau sudah terus-menerus dan masalah belum terpecahkan, lalu perut mulai kelaparan. Nah, sensitivitas bisa meningkat ini. Bisa senggol-bacok-mode ON.

Nah, adakah yang sudah bisa menerapkan teknik podomoro ini dengan baik?

Iklan

Tujuh

Tujuh
Tujuh tahun
Melihat dunia
Bermula dari tangisan kecil
Hingga kini mulai belajar berhitung

Songsonglah dunia
Yang akan terus berubah dan bergerak

Hari-hari Berawan

Minggu ini di Jakarta kembali berawan. Lalu, mood saya memulai hari jadi semakin turun. Dan saya kembali teringat hari-hari musim dingin di down under dulu…

Musim dingin adalah saat siang lebih singkat dari siang. Saat langit lebih sering abu-abu daripada biru cerah. Saat matahari lebih suka bersembunyi. Saat keluar dari rumah membutuhkan waktu lebih dari lima menit: mulai dari pipis, memakai baju dalaman-hangat, kemeja lengan panjang, sweater, dan mantel. Plus sepatu boots dan kaos kaki double.

Dengan hari berawan, jadi makin berat rasanya memulai hari. Padahal banyak pekerjaan yang harus diselesaikan…

Hari Sabtu yang Lebih Macet

Hari Minggu yang lalu saya pergi ke kota. Saya pergi menemani Bapak yang diundang acara pernikahan di Gedung Patra Jasa.

Kami berangkat pukul 18:20 dan tiba pukul 19:10. Wow, cukup cepat kan. Ini sudah termasuk waktu memarkirkan mobil.

Karena di daerah Mampang masih dilakukan pekerjaan terowongan, saya memilih rute Antasari – Semanggi. Saya begitu ingin pekerjaan terowongan Mampang ini segera usai karena jalur Transjakarta saya begitu kena efek dari pekerjaan terowongan ini.

Kami pulang pukul 20:30-an, lalu saya sampai rumah sekitar pukul 21:15-an. Jalanan relatif kosong. Apalagi jika dibandingkan dengan kondisi di hari Sabtu.

Kalau hari Sabtu, bahkan baru keluar rumah saja bisa-bisa sudah macet. Jadi, sebenarnya lebih enak itu pergi di hari Minggu rasanya.

Belajar dari Olahraga

Sejak kecil saya termasuk yang terlalu suka olahraga. Badan saya tak terlalu atletis. Klo ada pengambilan nilai lari, saya bukan mereka yang balapan untuk finish di garis pertama. Sejak kecil saya hanya suka renang.

Dan rasanya itu hanya satu-satunya olahraga yang saya di atas rata-rata.

Ternyata banyak pelajaran bisa diambil dari olahraga. Pertama: tepat waktu. Lihat olahraga yang berpacu dengan waktu. Juara satu dan dua bisa terpaut hanya sepersekian detik.

Kedua: konsistensi. Tidak ada yang instan. Semua membutuhkan latihan secara konsisten.

Ketiga: kerja sama. Jika olahraga macam sepakbola, futsal, semua anggota tim harus bekerja sama.

Keempat: kerja keras. Latihan yang konsisten dan kemauan untuk selalu memenuhi target. Jika dulu lari 5 menit 40 menit, maka bulan berikutnya harus lebih cepat.

Nah sayang, sekarang yang sulit adalah mencari waktu untuk berolahraga. Barangkali waktu para orang dewasa sudah dicuri oleh penjahat waktu semua…

Warna Terminal Saat di Luar Ruangan

Saat bekerja di dalam ruangan, saya menggunakan terminal berwarna hijau di atas hitam. Maksudnya warna huruf hijau dengan warna latar hitam. Mayoritas saya masih bekerja di dalam ruangan juga sih.

Saat berada di luar ruangan, warna ini ternyata sulit untuk terbaca. Lalu saya eksperimen. Hasilnya warna hitam di atas kuning-muda.

Plus saat bekerja di luar ruangan bonusnya adalah sinar matahari dan angin sepoi-sepoi.