Pagi-pagi oleh Ibu Sud

Bangun-bangun
Hari sudah siang
Ayo kawan kami segeralah jaga
Lekas-lekas lah bekerja
Jangan turutkan watak yang malas

Dengar-dengar ayam pun berkokok
Bersambutan dengan suara bunyi murai
Jangan-jangan terlambatlah handai
Tunjukkanlah kegiatan kamu

Bagus kan liriknya? Apalagi kalau sambil mendengar aransemen musik dan warna vokal grup musik Popzzle. Saya sudah pernah menulis sebelumnya soal Popzzle.

Sayang sekarang Popzzle sepertinya sudah tak terdengar. Padahal saya suka dengan komposisi musik dan olah vokal mereka.

Lagu anak-anak Indonesia itu sebenarnya banyak yang bagus dan menarik. Belum lagi kekayaan lagu daerah. Namun sayang karena orang tua tak terpapar dengan lagu anak-anak, anak-anak zaman sekarang jadi lebih suka mendengarkan lagu pop untuk dewasa.

Akhir pekan kemarin saya jadi mengetahui lagu Baby Shark. Bagi yang punya anak kecil barangkali sudah tahu lebih dulu dengan lagu ini. Lagu ini begitu sederhana kalau mau dibandingkan dengan lagu-lagu Ibu Sud. Yang menarik dari lagu ini adalah kesederhanaan tempo dan liriknya. Jadi begitu mudah dicerna anak-anak. Lucu.

Selamat mendengarkan lagu anak-anak!

Iklan

Suka Mengobrol dan Sulit Mengambil Keputusan

Setelah saya amati, kebanyakan orang di Indonesia itu suka mengobrol dan sulit mengambil keputusan. Maka tak heran klo rapat bisa begitu lama.

Belum lagi klo rapat berikutnya, harus mundur lagi untuk menyadarkan lagi mengapa keputusan pertama diambil.

Untuk mengurangi kekecewaan saya dengan rapat yang terlalu lama, biasanya saya niatkan untuk bersilaturahmi. Berbagi cerita dan mendengarkan kabar.

Klo tidak, saya bisa gregetan nanti 🙂

Perasaan Sendiri

Terkadang dalam bekerja, saya merasakan kebutuhan untuk merasa sendiri. Sendiri dalam artian tidak diganggu. Untuk membebaskan pikiran membangun khayalan.

Sekarang sedang hujan deras. Sejenak saya alihkan pandangan ke luar jendela memperhatikan derasnya air hujan di luar sana.

Saatnya kembali bekerja sambil mendengarkan musik 🙂

Olahraga yang Berkelanjutan

Siang ini saya mengantar istri saya ke dokter.

Salah satu pesan dokter yang saya ingat adalah olahraga yang baik adalah olahraga yang dilakukan terus-menerus walau sebentar daripada olahraga hanya satu kali dalam seminggu tapi langsung 2 jam.

Saya jadi mengingat program jalan pagi saya. Sudah berjalan satu bulan lebih rasanya. (Untuk persisnya saya perlu cek di log). Saya menambah jauh rute jalan pagi saya karena saya merasa rute bolak-balik terlalu singkat.

Lalu saya juga rutin bersepeda. Minimal seminggu sekali saat ke rumah orang tua. Lalu esoknya ada bulutangkis bersama teman-teman di rumah. Minggu-nya sebenarnya saya alokasikan untuk berenang, cuma masih on/off.

Dengah berolahraga sebenarnya badan menjadi lebih segar. Bekerja pun menjadi lebih tenang. Otak bisa berpikir dengan lebih jernih.

Jadi yang penting itu hidup adalah seimbang: olahraga, makan sehat dan istirahat yang cukup.

AMA

AMA: Ask Me Anything.

Bukan, bukan saya mau membuka sesi bertanya-apa-saja. Saya melihat hal ini sebagai sesuatu yang menarik. Lagi pula saya juga bukan siapa-siapa sih.

Mereka yang hebat, membuka sesi AMA. Lalu saya baca sedikit-sedikit pertanyaan dan jawaban dari AMA ini. Menarik dan inspiratif.

Mengosongkan Otak

Saya suka berpikir bagaimana caranya tidak berpikir.

Wah, paradoks ya jadinya? Tapi, saya serius. Saya berpikir, bagaimana caranya saya berhenti berpikir. Maksudnya supaya otak saya bisa berhenti sejenak. Tidak berpikir terus. Supaya tidak jenuh.

Nah, ada ide/saran?

Olahraga dan Konsistensi

Semalam saya bermain bulutangkis bersama keluarga. Semalam menjadi saat kali pertama Zaidan bermain bulutangkis dalam hidupnya. Siangnya saya mampir dulu ke toko ATK lokal untuk mencari raket bagi anak-anak.

Saya tak berharap banyak. Paling utama adalah bagaimana Zaidan menikmati olahraga. Olahraga merupakan hal yang penting dalam hidup.

Saya jadi teringat saat Zaidan pertama kali mengunjungi kolam renang di Clayton. Saya dan istri saya berenang, namun Zaidan tidak mau masuk kolam. Ia begitu takut sementara saya begitu tak sabar menginginkan ia masuk ke dalam kolam.

Sekarang Zaidan sudah bisa berenang 🙂

Olahraga mengajarkan sportivitas, kerja sama dan konsistensi. Semua diajarkan tanpa teori, namun menyatu dalam aktivitas olahraga. Oleh karena itu, saya selalu menyimpan rasa salut kepada mereka yang menjadi atlet.