Mechanical Keyboard

Recently, I typed a lot. I was considering about mechanical keyboard. During the MelbDjango camp, I tried this kind of keyboard for at least one hour.

Then I remembered the first time we had our first Personal Computer. It was Om Yusuf who brought this PC to our home. The keyboard was big. I think at that time most of the keyboard was mechanical. You heard the “tick” sound every time you typed something. It has keypad, arrow key, and the Fn function.

And I didn’t know at that time that this type of keyboard was better at modern keyboard nowadays. I wish I kept those old PC…

Great Ocean Road Travelog #00

It’s a sunday afternoon, the time I hated most when I was in school. On the contrary, I liked most was Friday afternoon. When my dad with his Jeep picked me up after the Friday prayer.

I was thinking to write our journey to Great Ocean Road as travelog in this blog. See you soon! 

Do You Really Own a Smartphone?

Do you really own a smartphone? Or the smartphone who owns you?

This post is inspired by one of Daniel Pocock writing. I read his blog via Planet Debian, the debian blog aggregator.

Luckily, at the moment, I don’t have much free time which it means I don’t have many time to play with my smartphone. I rarely twit, compared while I was in Jakarta. I rarely read long whatsapp conversation. I muted most of the whatsapp group except for close family group. The notifications that I read most are slack.

I am trying to be conscious everytime I use my phone. I try to avoid bring phone to toilet. I try to look at other’s eyes when we have conversation. I try not to get my phone with me when I have breakfast/lunch/dinner.

Although recently, I tried the 3-month Apple music trial. It’s nice to have music in your hand :B I was looking for Prokonco song but still can’t found it. Prokonco is a classic javanese children song.

Menunggu Malam

Selamat datang musim panas!

Menunggu malam.

A photo posted by za (@zakiakhmad) on

Sebagai seseorang yang besar di lintang khatulistiwa, saya tak pernah merasakan siang yang lebih panjang dari malam atau malam yang lebih panjang dari siang. Jika pun ada pergeseran waktu matahari terbit dan matahari tenggelam, hanya berkisar 30-45 menit. Jadi tak terlalu terasa.

Dengan menetap di down under, saya jadi merasakan perbedaan ini. Di musim panas ini memang enak untuk keluar rumah. Catatan: asalkan temperatur tidak sampai di atas 30 derajat Celsius. Jika sudah lebih dari 30 derajat Celsius lebih baik berada di dalam ruangan yang dilengkapi dengan pendingin ruangan.

Nah, masalahnya (kok masalah terus sih? Saat musim dingin nanti jadi masalah lagi). OK, nah untungnya, saat musim panas, matahari bergeser miring (waktu Ashar) adalah pukul 17.20-an. Kiddo sudah minta main di luar sejak pukul 15 coba. Matahari kan masih panas saat itu.

Jadilah di musim panas ini saya bersama kiddo keluar rumah sekitar pukul 18.00 dan kembali ke rumah sebelum pukul 20.00 Nanti makan malam pukul 21.00 karena matahari terbenam baru pukul 20.40

Kalau di musim dingin, menunggu hangat. Di musim panas, saya menunggu malam (mengantuk lebih awal karena biasa bangun pagi).

The Namesake (in Down Under)

“Your son first name?”
“Kiddo”
“And the family name?”
“…”

That was part of conversation we had when we registered kiddo for a dentist appointment.

Since we live in down under, it’s very common for being asked for family name. Something that we actually don’t have. I don’t have family name from my parent. And at that time, we never think of to give family name to our son.

Then, I remembered one of the novel that I’ve read: The Namesake by Jhumpa Lahiri. The story about a name.

Since their son was born at overseas (the states), will they give their son just like most Americans? They asked a name from their parents but unfortunately the letter never arrived. The hospital only gave time two weeks for them to put a name. It’s a requirement before leavingthe hospital.

And not until he grew up, he decided to change his name …

Mencoba Melanggan Apple Music

Fyuh. Belakangan ini sedang sibuk-sibuknya. Lelah juga. Hingga suatu sore, saya putuskan untuk mencoba melanggan Apple Music.

Sebelumnya saya hanya mendengarkan Apple Radio. Lagu yang diputar secara random sesuai dengan genre stasiun radio tersebut.

Dengan Apple Music, kita bisa pilih lagu apa saja yang mau didengarkan. Semua lagu jadi ada di genggaman tangan. Masih ingatkah zaman kaset/CD dulu?

Saat mau memutar lagu, harus rewind/fast-forward di kaset. Belum lagi membalik side A, side B. Lalu hobi membuat kompilasi lagu di dalam satu kaset dengan cara membeli kaset kosong, lalu mengkopi dari kaset original. Nah perlu radio dengan 2 kaset kalau mau seperti ini.

Lalu datang CD. Dengan CD, bisa buat playlist, bisa repeat, bisa lompat ke track satu ke track lainnya dengan mudah.

Lalu datang lagi MP3. Satu CD bisa berisi seluruh album dari sang artis. Kalau mau mendengarkan tinggal klik di winamp.

Lalu datang iPod. Saya tak pernah punya iPod sih. Jadi gak tahu juga. MP3 player saya sempat punya. MP3 player ini berupa flash disk seukuran jempol. Lagu tinggal dicopy saja ke sini nanti bisa langsung didengarkan dengan mencolokkan earphone.

Dengan Apple Music tak ada lagi aktivitas mencari kaset/CD yang mau didengarkan. Semua tinggal memasukkan kata kunci, atau pilih daftar putar yang disarankan oleh Apple.

Memang jadi enak sih, tapi kok lama-lama suka bingung juga, apa yang mau didengarkan? Kalau radio kan penyiar atau penyusun musik yang memilihkan lagu untuk kita. Apakah Apple Music akan membunuh radio? Masih terlalu pagi untuk menjawab itu.

Dan masih terlalu pagi juga untuk sarapan (dalam arti harfiah saat saya menulis ini) :B

Bekerja dari Pagi

Bekerja dari pagi itu lebih tenang. Distraksi baru yang muncul sekarang adalah memilih lagu dari Apple Music #eeeaaa Masih belum tahu apakah mau melanjutkan melanggan jika 3 bulan edisi percobaan ini usai.

Kalau dari pagi sudah kerja, tahu-tahu pukul 7 pagi sudah selesai. Apa lagi ya yang dikerjakan? :D Mau sarapan masih terlalu pagi. Ubek dulu aja deh. Jadi lah menulis tulisan ini.

Cuaca hari ini berawan dan sedikit berangin. Mau keluar beli buah naik sepeda jadi mikir dulu…