Mensyukuri Nikmat Sehat

Saat ini saya sedang di rumah sakit. Menjenguk om saya yang sedang sakit. Seingat saya, dengan om inilah kali pertama saya makan steak Abuba di bilangan Cilandak.

Semua manusia pasti akan bertambah tua…

Dengan pergi ke rumah sakit, membuat saya kembali teringat bahwa kita harus menjaga kesehatan. Kesehatan merupakan salah satu nikmat yang seringkali kita lupakan.

Dan seringkali kita lalai untuk menjaganya.

Sekarang, bagaimana caranya untuk tetap menjaga kesehatan ini? Yang paling sederhana adalah hidup dengan pola sehat. Makan sayur, buah-buahan, olahraga, ada aktivitas fisik yang cukup, dst, dst.

Termasuk kesehatan mental juga perlu dijaga. Tidak stress-an atau pundung-an. Hehehe…

Iklan

Waktu untuk Berolahraga

Saya masih ingat betul. Bagaimana kejamnya cuaca di Melbourne. Sekarang saya baru mengerti, mengapa orang-orang di down under sana begitu menikmati cuaca yang cerah, langit yang biru dan angin yang sepoi-sepoi.

Cuaca di Jakarta, sebenarnya sangat nyaman sekali jika mau dibandingkan dengan Melbourne. Yang parah di Jakarta itu adalah kendaraan bermotor. Hal ini yang membuat olahraga menjadi tidak nyaman.

Sekarang, setiap pagi saya membiasakan untuk jalan pagi kurang lebih 2 kilometer. Tidak sampai 30 menit, barangkali hanya 25 menit-an.

Saya masih ingin kembali lari. Beberapa minggu yang lalu saya baru saja lari 5K pertama saya. Fyuuuh… akhirnya tercapai juga lari 5K.

Upgrade Your Skill

One of the most interesting talk from the latest PyCon I attended was a lighting talk about how to upgrade your skill.

The speaker said, it’s almost impossible to upgrade your skill while doing your work. You should do something else outside your work. Your tickets, fixing the bugs, and so on.

So, that’s it. That’s where I am at now. Well, as a starting point, at least I know that I haven’t moved forward yet.

He suggested to do some out-of-work stuff. It can be a simple. Like solving a problem but only using a standard library.

Selalu Ada Alasan Kalau Malas

Semalam saya tidur begitu awal. Saya masuk kamar pukul 19:30 Klo biasanya, saya baru masuk kamar di atas pukul 20:30 Entah mengapa semalam saya begitu mengantuk. Bahkan saya tak tahu ngomong apa saat membacakan buku untuk anak saya.

Di pagi harinya, saya terbangun pukul 3 pagi. Sebenarnya, saya sudah tidak begitu mengantuk. Rasa kantuknya sudah hilang, namun tetap saja saya memilih untuk tidur lagi. Seharusnya saya bisa bekerja, mengerjakan pekerjaan rumah, dan memulai hari.

Jadi sebenarnya kalau malas itu selalu ada saja alasannya…

Mengabadikan Momen vs Kehilangan Momen

Di minggu lalu, saya menghadiri acara pagelaran budaya di sekolah anak saya. Saya membawa kamera D-SLR untuk memfoto/merekam anak saya.

Barusan saya lihat beberapa foto yang saya ambil. Dan ternyata, saya berdecak kaget. Hampir semua orang tua yang ada di foto memegang HP di tangannya. Seolah mereka tak mau kehilangan momen mengabadikan anak-anaknya saat pentas.

Termasuk saya dengan kamera D-SLR di tangan.

Apakah yang kita lakukan ini? Apakah kita benar-benar mengabadikan momen? Atau kita justru kehilangan momen itu sendiri? Alih-alih menikmati musik dan gerakan tarian, kita malah sibuk memfoto/merekam.

Bagaimana menurut kamu?

Pagi-pagi oleh Ibu Sud

Bangun-bangun
Hari sudah siang
Ayo kawan kami segeralah jaga
Lekas-lekas lah bekerja
Jangan turutkan watak yang malas

Dengar-dengar ayam pun berkokok
Bersambutan dengan suara bunyi murai
Jangan-jangan terlambatlah handai
Tunjukkanlah kegiatan kamu

Bagus kan liriknya? Apalagi kalau sambil mendengar aransemen musik dan warna vokal grup musik Popzzle. Saya sudah pernah menulis sebelumnya soal Popzzle.

Sayang sekarang Popzzle sepertinya sudah tak terdengar. Padahal saya suka dengan komposisi musik dan olah vokal mereka.

Lagu anak-anak Indonesia itu sebenarnya banyak yang bagus dan menarik. Belum lagi kekayaan lagu daerah. Namun sayang karena orang tua tak terpapar dengan lagu anak-anak, anak-anak zaman sekarang jadi lebih suka mendengarkan lagu pop untuk dewasa.

Akhir pekan kemarin saya jadi mengetahui lagu Baby Shark. Bagi yang punya anak kecil barangkali sudah tahu lebih dulu dengan lagu ini. Lagu ini begitu sederhana kalau mau dibandingkan dengan lagu-lagu Ibu Sud. Yang menarik dari lagu ini adalah kesederhanaan tempo dan liriknya. Jadi begitu mudah dicerna anak-anak. Lucu.

Selamat mendengarkan lagu anak-anak!

Suka Mengobrol dan Sulit Mengambil Keputusan

Setelah saya amati, kebanyakan orang di Indonesia itu suka mengobrol dan sulit mengambil keputusan. Maka tak heran klo rapat bisa begitu lama.

Belum lagi klo rapat berikutnya, harus mundur lagi untuk menyadarkan lagi mengapa keputusan pertama diambil.

Untuk mengurangi kekecewaan saya dengan rapat yang terlalu lama, biasanya saya niatkan untuk bersilaturahmi. Berbagi cerita dan mendengarkan kabar.

Klo tidak, saya bisa gregetan nanti 🙂