Angkot Jak-Lingko

Kemarin saya naik angkot OK-OTrip yang belakangan berubah nama menjadi Jak-Lingko. Sebagai pengguna angkot, saya cukup puas dengan skema ini.

Pertama: saya tidak menunggu terlalu lama. Saya menunggu di tempat perhentian yang sudah ditentukan. Jadi, seharusnya angkot ini tidak boleh berhenti di sembarang tempat.

Kedua: saya tak perlu menyiapkan uang receh. Saya tinggal menggunakan kartu pra-bayar. Tap dan beres. Saat saya naik, masih gratis. Jadi tidak ditagih ke kartu. Rp 0.

Ketiga: angkot tidak ngetem. Ini adalah mimpi bagi setiap penumpang angkot. Jangan sampai saya cerita lagi saat saya mengejar kereta api di Bandung dengan angkot ya 😉

Semoga semua angkot bisa terintegrasi dengan Jak-Lingko suatu hari nanti.