Office Lyfe

Biar kekinian, saya ikut-ikut-an menulis life dengan lyfe nih.

Saya belum pernah benar-benar merasakan hidup dan bekerja sebagai karyawan kantoran. Datang di pagi hari dengan kemeja, celana bahan, sepatu rapi, dan tidak lupa menggesek sidik jari untuk bukti kehadiran. Saya hanya pernah bekerja di perusahaan kecil. Kantoran juga sih, tapi tak sekaku perusahaan-perusahaan besar pada umumnya. Saya tak pernah dimonitor kehadiran saya dengan mesin presensi.

Bagi sebagian orang, bekerja kantoran adalah mimpi tersendiri. Bisa tampil modis dan rapi. Bekerja dengan ruangan berpendingin udara. Bisa makan siang dengan menu lucu-lucu yang bisa difoto dan masuk ke instagram.

Yang berat dari bekerja kantoran, atau bekerja di Jakarta pada umumnya adalah pergi dan pulang dari dan ke tempat kerja. Apa klo kerja di Jakarta lebih enak nge-kos atau tinggal di apartemen di tengah kota saja ya?

Commuting is hard. Energi bekerja bisa-bisa habis untuk satu aktivitas ini.

Salah satu ciri office lyfe adalah kutu loncat. Jadi pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain (bisa jadi perusahaan pesaing) itu merupakan salah satu hal yang umum. Dengan iming-iming gaji yang lebih besar.

OK, cukup dulu ngelantur pagi-paginya. Sekarang saya juga mau kembali ke kantor :B

Iklan

Waktu Artis

Dari suatu artikel yang saya baca, terdapat dua jenis waktu: waktu yang bersifat manajerial dan waktu yang bersifat seniman. Pekerjaan dengan waktu manajerial dapat dipecah menjadi 15, 30 dan 60 menit. Namun tidak dengan pekerjaan dengan waktu seniman. Seorang seniman membutuhkan satu waktu kosong panjang tanpa interupsi untuk menghasilkan karya seni-nya.

Saya masih ingat bagaimana penulis buku Storey House, mengungkapkan bahwa yang ia butuhkan betul adalah satu waktu kosong panjang tanpa interupsi untuk menulis.

Pekerjaan kantoran umumnya lebih teratur. Masuk pukul 9 pulang pukul 5 sore. Seniman, bisa kerja bisa enggak. Namun saat seniman bekerja… wah bisa berapa hari tak tidur.

Jadi, saat saya sedang kutak-katik di depan komputer, yang bisa dilakukan adalah biarkan saja saya sendiri tanpa interupsi. Biarpun di depan komputer saya sedang menulis blog, membaca berita, mendengarkan Youtube, itu adalah bagian dari pemanasan untuk memulai proses seni saya.

#eeaa