Lirik Lagu Milenial

Lagu-lagu milenial ternyata ok-ok juga. Kali ini saya memilih “Sampai Jadi Debu”-nya Banda Neira. Saya suka komposisi piano dan tentu liriknya.

Badai Tuan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap pagi menjelang
Kau di sampingku
Ku aman ada bersama mu


Selamanya
Sampai kita tua
Sampai jadi debu
Ku di liang yang satu
Ku di sebelahmu


Badai Puan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap taufan menyerang
Kau di sampingku
Kau aman ada bersama ku
Selamanya


Sampai kita tua
Sampai jadi debu
Ku di liang yang satu
Ku di sebelahmu

Lumayan kan? Tak perlu saya jelaskan lah ya, dirasakan saja.

Jarak Bahasa

Ada ruang hatiku yang kau temukan
Sempat aku lupakan
Kini kau sentuh
Aku bukan jatuh cinta
Namun aku jatuh hati

Ku terpikat pada tuturmu
Aku tersihir ciummu
Terkagum pada pandangmu
Caramu melihat dunia

Ku harap kau tahu
bahwa ku, terinspirasi hatimu
Ku tak harus memilikimu

Tapi bolehkah ku selalu, di dekatmu

Ternyata biar bagaimana, bahasa Ibu tetap merupakan bahasa yang paling dekat untuk bisa mengekspresikan apa yang ada di dalam perasaan. Setelah hampir satu tahun meninggalkan Indonesia, masih sulit bagi saya mengekspresikan perasaan dalam bahasa Inggris. Bisa jadi memang interaksi saya dengan orang non-Indonesia masih jarang dan minim. Untuk bercakap-cakap saja saya masih suka bingung. Walau sekarang saya merasa kemampuan mendengarkan saya sudah ada peningkatan.

Raisa ternyata ada lagu baru. Wah saya suka sekali dengan liriknya.