Mainan Anak-anak

Salah satu acara anak-anak yang paling saya suka adalah Mister Maker. Mister Maker mampu membuat mainan-mainan sederhana dari barang-barang yang bisa ditemukan di rumah. Setelah saya baca-baca, ternyata mainan yang bagus buat anak tidak harus mahal melainkan mainan yang mampu memicu kreativitas anak.

Saya pun mencoba membuat mainan sambil mengisi waktu bersama Zaidan. Langkah pertama adalah mengumpulkan bahan baku. Kardus bekas tempat telur, kertas bekas, kertas warna-warni, gambar-gambar, botol bekas jus, botol bekas adonan pancake, stiker, topeng, dst, dst. Memang seni-nya adalah membuat sesuatu memanfaatkan segala keterbatasan sumber daya yang ada.

Eh tapi kok jarak antara kreativitas dengan berantakan jadi tipis ya? ;-) Hehehe… gpp lah rumah berantakan sejenak, yang penting pikiran tidak boleh berantakan dan tetap kreatif.

Korupsi di Asia Tenggara

Sore ini, tanpa sengaja saya bertemu seorang perempuan asal Thailand. Kami bercakap-cakap sejenak di toko buku kampus Monash, Clayton.

Ia lebih dulu membuka percakapan, “Dari Indonesia? Kuliah di sini?”. Lalu saya jelaskan posisi saya.

Perempuan ini kuliah di Monash, 20 tahun lalu. Suaminya meneliti budaya Jawa. Belakangan ia membuka pembicaraan ke arah politik. Presiden baru Indonesia.

Lantas di akhir ia berucap, “It’s hard to fight corruption in southeast Asia. It’s also difficult in Thailand. Thaksin Sinawatra.”.

Mengapa ya? Ada yang bisa memberi saya pencerahan?

Kembali Bersepeda

Entah sudah lama berapa saya tidak bersepeda. Yang saya ingat, saya rutin bersepeda waktu SMP. Saat itu sekolah saya tidak jauh dari rumah. Dan perjalanan menuju ke sekolah, bisa tidak lewat jalan besar. Setelah itu saya tidak lagi rutin bersepeda.

Kini, saya kembali bersepeda. Infrastruktur jalan dan kondisi lingkungan, membuat bersepeda begitu kondusif.

Satu hal yang perlu diingat, sepeda didesain hanya untuk memindahkan satu orang. Jadi jika membawa barang belanja, diletakkan di dalam plastik kresek, lalu ditaruh di stang sepeda, hal ini akan mengganggu manuver sepeda.

Catatan Perjalanan

Salah satu hal yang saya suka adalah cerita. Dan hal lain yang saya suka adalah perjalanan. Jadilah, saya suka menikmati saat membaca/mendengarkan cerita seseorang mengenai perjalanan yang dialaminya.

Kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk menempuh perjalanan. Walau dengan “dimensi” yang berbeda. Saya akan menuliskan secara acak, catatan perjalanan saya kali ini. Sesekali akan saya tulis dalam bahasa Inggris. Mengapa? Untuk melatih kemampuan menulis bahasa Inggris saya.

Kesempatan menulis rasanya akan lebih sulit dalam perjalanan kali ini. Jadi, catatan perjalanan akan lebih sering berbicara lewat “gambar”. Silakan ikuti akun instagram saya.

“New” Book from Library

Zaidan just had a “new” book from library.

A week ago, me and Zaida went to Monash Wheelers Hill library. I took some book and borrowed it. Then Zaidan asked for another book. It was The Batman and the Marvell.

Later, I found out that the Marvell book was already a bit damaged. The first page was half teared apart. Then, when I was reading a story for Zaidan, Zaidan unintentionally continue to teared this part.

Yesterday, I took Zaidan to return books which we borrowed from Wheelers Hill. But we returned it to Clayton. I returned the three other books and reported the Marvell book which was damaged.

The young librarian looked confuse on how to process my report. She asked help from the senior librarian.

Finally we got charged for $30.03 Wow, that’s quite expensive. They almost charged $40 but I told the librarian that the book was already damaged before we borrowed it.

Keajaiban-keajaiban Kecil

Kehadiran Zaidan membawa keajaiban-keajaiban kecil. Dan tulisan kali ini berusaha menyadarkan saya betapa sungguh saya perlu bersyukur.

Zaidan seringkali mengesalkan, tapi lebih sering menyenangkan. Misal saat disuruh pipis. Bukannya ke kamar mandi tapi malah lari ngumpet di kamar. Lalu jika sudah sampai kamar mandi, malah main air. Buang-buang air di kamar mandi kering. Kalau makan, kadang laplep gampang, kadang susah.

Hal yang menyenangkan tentu banyak. Dan beberapa diantaranya bagi saya merupakan keajaiban kecil.

Pada suatu waktu, kami sedang menonton Sesame Street di ABC 4 Kids. Setiap episode, Sesame Street selalu menampilkan angka dan huruf. Dan angka dalam episode kali ini adalah angka 11. Lalu mendadak Zaidan berujar, “Pak, angka 1-nya ada dua”.

Dari mana ia tahu coba. Saya belum pernah mengajarkan aksara.

Lalu keajaiban kecil lainnya. Pada satu sore saya memeriksa kotak pos. Ternyata kotak pos dari om-nya sudah tiba.

“Zaidan, ini ada kartu pos dari Om Kiki”, ungkap saya.
“Oh, Om Kiki tadi dari sini ya Pak? Kok gak mampir”, tanya Zaidan spontan.

:)