Balada Menggoreng Kerupuk

Alkisah, kemarin pagi saya berencana menggoreng kerupuk. Saya sengaja menggunakan minyak baru agar rasa kerupuk tak bercampur dengan gorengan sebelumnya.

Saya tuang minyak ke wajan. Bungkus kerupuk saya buka. Sambil menunggu minyak panas, saya baca instruksi memasak kerupuk. Oups! Kerupuk harus digoreng lebih dahulu sebelum digoreng.

Minyak mulai panas. Saya coba masukkan satu kerupuk. Kerupuk tak kunjung mengembang. Menggoreng kerupuk pun gagal.

Lantas apa yang saya lakukan dengan minyak baru ini?

Lalu, di sore hari cuaca mulai cerah. Matahari mulai menampakkan sinar. Saya putuskan untuk mencoba menjemur kerupuk. Sedikit saja. Saya tak punya nampan besar untuk menjemur kerupuk.

Kerupuk saya letakkan di halaman belakang. Saya jemur kurang lebih selama 30 menit. Lalu saya tengok. Betapa kaget saya saat melihat jemuran kerupuk saya. Hanya tersisa 4 kerupuk dari 12 kerupuk yang saya jemur.

Saya lupa, bahwa Melbourne adalah kota berangin…

Waktu untuk Membaca

Dengan kondisi perpustakaan ada di mana-mana, tantangan sekarang adalah mengalokasikan waktu untuk membaca. Jika dulu alasannya tidak memiliki buku, kini tak bisa lagi berdalih.

Jadi kapan waktu membaca? Perlukah mengalokasikan waktu khusus setiap hari untuk membaca?

Saya jadi penasaran, bagaimana West menanamkan budaya baca sejak dini. Apa jangan-jangan di rumah West TV tidak menyala? Dan smartphone ditinggalkan saja tergeletak di meja?

Menulis Menulis Menulis

Menulis konsisten tak pernah mudah. Lihat saja kapan terakhir saya menulis. Rasanya, menulis memang perlu diberikan alokasi waktu khusus. Termasuk juga membaca.

Apa waktu kosong terlalu banyak tersita untuk media sosial dan memeriksa email? Saatnya mulai membatasi waktu untuk media sosial dan mengalihkan untuk: membaca, menulis, dan olahraga.

Oh ya, sudah 5 hari belakangan ini saya memulai hari dari pagi. Bahkan di salah satu hari, saya mulai dengan berenang selama 90 menit!

Libraries All Over The Corner

Yay, it’s already October! And today, I just took Zaidan for his first playgroup.

The winter is already leaving, but I am just still to lazy to wake up early in morning. My last running was on Monday a week before. And my last swimming was on Friday two week before.

My last reading? Book reading? Fiction?

Ouch.

Libraries are all over the corner! In Monash, council where do I live, has more than three libraries. Is it five or six, I don’t remember it. And I only had visited two.

The same conditions also apply to other city council. Either Melbourne, Dandenong, Glen Eira, and so on.

These public libraries are like basic needs. Like electricity, telephone lines, gas lines. Reading is very common here. Either you are a child, teen, adult and also the seniors. You can find many people with different ages in the library.

IMG_5896.JPG

Tugas Menulis Esai

Kemarin, istri saya baru saja menyelesaikan tugas esai. Saya jadi ingin menulis soal esai kali ini. Saat ini saya sedang di dalam kereta menuju kota.

Saat sekolah, saya ingat-ingat, lebih banyak tugas atau ujian diberikan dalam bentuk pilihan ganda atau isi titik-titik berikut. Mengarang? Menulis esai? Rasanya hanya ada di dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

Mengapa tak banyak tugas menulis? Pertama, memeriksa tugas menulis akan lebih sulit dan lebih lama dibandingka pilihan ganda atau titik-titik. Kedua, … Eh itu sudah dua. Lebih sulit karena parameter penilaian akan lebih kompleks.

Menulis saja sudah sulit, apalagi menulis yang memenuhi kaidah ilmiah akademik.

Handwriting

It was another day we went to Clayton library. Zaidan was getting more familiar with this place. Now he can run from one aisle to another by himself.

I found a graphic novel shelf. And I found one interesting book. And… I didn’t borrow it.

The book is about writing. And also handwriting. I randomly opened one page. This page is about doodle.

This page showed how we no longer draw after we graduated from school. But some people still draw at the corner of their page. Something simple. Like ornaments or even flowers.

Nowadays, with tablets and smartphones are everywhere, it’s about time to rethink about handwriting.

Comfort Zone

There’s no growth in comfort zone.

And with these language and culture barriers. Not to mention the weather.

And the only way to finish is to start it…