Kesempatan Menulis

Lagi-lagi saya keteteran untuk mencoba konsisten menulis. Ternyata sekarang saya sampai pada keadaan saat kesempatan menulis lebih sulit daripada ide menulis.

Beberapa ide tulisan yang ada di kepala: menulis resensi dua film yang saya tonton, yaitu How to Train Your Dragon 2 dan Transformers Age of Extinction. Lalu ide tulisan lainnya adalah … saya sampai lupa. Karena saya tak segera menulis ide yang beterbangan di kepala ini.

Perubahan

22 Juli 2014. KPU dijadwalkan akan mengumumkan hasil pemilu Presiden/Wakil Presiden. Sebuah awal dari perubahan.

Selamat bertugas bagi Presiden/Wakil Presiden terpilih. Perubahan membutuhkan waktu, jadi jangan pernah berharap perubahan akan terjadi instan. Yang instan hanyalah memasak mie instan.

Sayangnya, saya takkan berada di tanah air, saat perubahan ini dimulai. Semoga saya pun bisa selalu berubah menjadi lebih baik, lebih baik, dan lebih baik lagi setiap hari…

Jauh

Well you only need the light when it’s burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you’ve been high when you’re feeling low
Only hate the road when you’re missin’ home
Only know you love her when you let her go
And you let her go

zars

Apakah perlu sebuah perpisahan untuk menemukan kembali rasa cinta?

Berada jauh dari keluarga memang tak pernah mudah. Biar bagaimanapun manusia adalah makhluk sosial. Yang perlu mencintai dan dicintai. Yang perlu diperhatikan dan memberikan perhatian.

Saya tahu, masa-masa ini takkan mudah. Jauh-jauh hari sebelum masa ini datang, saya sudah berdoa bahwa kami bisa melewati masa-masa ini. Termasuk buah hati kami.

Saya juga tak tahu, ternyata di akhir masa kerja, di akhir minggu sebelum lebaran ini, ternyata pekerjaan justru kembali sibuk. Mulai dari pekerjaan kantor, hal-hal pribadi yang perlu disiapkan, urusan bank, urusan rumah, urusan mobil, urusan berhenti TV berlangganan, urusan laporan keuangan bendahara komplek, dll. Belum lagi urusan pekerjaan rumah rutin. Saya sengaja tak membuat daftar hal yang harus saya selesaikan kali ini, karena saya tahu yang perlu saya lakukan adalah berusaha menyelesaikannya. Complaining won’t solve anything.

Mars dan Venus

Manusia.

Laki dan perempuan berbicara dengan bahasa yang berbeda. Saat kuliah dulu, saya ingat. Saya pernah baca buku Mars and Venus. Buku yang menceritakan bagaimana perbedaan komunikasi antara laki dan perempuan.

Memang saat ini sudah ada teknologi yang menghilangkan jarak. Saya bisa dengan mudahnya berbicara (dan bahkan melihat via video) dengan istri saya.

Tapi biar bagaimana, “rasa” takkan bisa terlintasi via Facetime sekalipun.

Salam kangen…

Menjernihkan Pikiran

Saya bekerja pada dunia kerja yang tak menuntut kehadiran 8 jam sehari dan ketepatan waktu masuk/pulang. Dengan logika ini, bagi saya awalnya agak sulit memahami pekerjaan yang menuntut ketepatan waktu masuk/pulang dan durasi kerja. Maka, saat briefing satpam di rumah, saya cenderung diam. Dunia kerja saya begitu berbeda dengan mereka.

Namun biar bagaimana juga, saya dituntut membereskan pekerjaan. Dan tentu saya perlu hadir tepat waktu saat rapat.

Dengan dunia kerja seperti ini, saya dituntut untuk memiliki kejernihan pikiran. Nah, sayangnya kemampuan konsentrasi manusia itu terbatas. Bisa konsentrasi 3 jam saja sudah bagus sekali.

Saya perlu melakukan sesuatu yang lain untuk bisa menjernihkan pikiran. Beberapa yang pernah saya lakukan adalah: pergi ke tempat yang baru, bekerja dari tempat baru (bukan dari kantor), mendengarkan musik (ini cenderung biasa ya?), bertemu teman lama untuk mengobrol-ngobrol, bertemu orang baru, nonton film di bioskop untuk mencari inspirasi, dan membuka situs luar negeri dan mempelajari bagaimana mereka memecahkan masalah.

Kalau kamu gimana?

Bermain dengan Regex

Hari ini saya bermain dengan regex, regular expression. Saya memiliki satu file yang terdiri dari puluhan baris. Saya ingin mengekstrak hanya field password.

Hmm harusnya bisa dilakukan via SQL ya?

Jadilah saya mencoba-coba, mencari formula regex yang tepat untuk password dengan algoritma bcrypt.

Voila! Akhirnya dapat.

Merawat Kendaraan Bermotor

Satu hal kekurangan saya adalah merawat kendaraan bermotor. Barangkali ini sebabnya saya lebih suka naik transportasi publik.

Pertama, saya bukan tipikal orang yang menikmati saat menghabiskan uang untuk keperluan kendaraan bermotor. Ongkos kendaraan bermotor itu tak cuma bensin. Saat kendaraan dinyalakan, berjalan, mesin berputar, bensin dibakar, klep naik dan turun menghasilkan tenaga, dst. Mesin kendaraan perlu perawatan. Ada oli mesin, ada busi, ada air radiator, ada aki, ada ban yang berputar dan aus, ada air wiper, dst dst.

Dan ini semua tentu perlu biaya. Sayangnya saya hidup di negara yang transportasi publik tidak mendapatkan prioritas. Hmm walaupun harus saya akui keadaan sekarang sudah membaik. Kehadiran Transjakarta, Kopaja AC, pembangunan MRT, dan KRL. Bandingkan dengan Taiwan. Sebuah negara kecil yang setiap kotanya terhubung dengan kereta api.

Kedua, saya tidak terlalu suka menyetir. Apalagi kalau macet. Atau penyebab saya malas menyetir adalah kondisi lalu lintas yang tak karuan. Jumlah kendaraan bermotor sudah terlalu banyak. Sedapat mungkin kita harus berpikir mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi.

Satu hal kemajuan pengaturan lalu lintas terjadi di Kota Bandung. Sekarang hampir di setiap perhentian lampu merah disediakan ruang khusus berhenti motor. Hal ini sangat membantu, khususnya bagi penyeberang jalan seperti seperti saya.

Sudah pernah merasakan bagaimana menyeberang di Jakarta bagaikan membelah lautan motor?