Lama Mengambil Keputusan

Saya termasuk orang yang lama mengambil keputusan. Salah satunya adalah keputusan membeli sesuatu.

Duh, kok boros amat. Maunya beli ini itu.

Misal membeli tas ransel. Saya banyak pertimbangan. Mulai dari model, warna termasuk harga.

Lalu sekarang saya ingin punya monitor kedua. Saya masih ragu juga, apakah monitor kedua benar-benar saya butuhkan.

Terakhir yang gak penting adalah, saya ingin mencoba kerja dengan standing desk. Saya sudah cari di ikea, ternyata ada.

Akhirnya, sampai sekarang saya belum beli ketiga barang itu.

Keputusan cepat yang pernah saya buat adalah saat membeli boncengan sepeda untuk Zaidan. Wah, harganya padahal mahal. Tapi saat itu saya cepat saja beli, tanpa berusaha berpikir lama dan banyak pertimbangan.

Sekarang boncengan ini berjasa mengantar Zaidan ke sekolah…

Qiblat

This Friday prayer speech was about qiblat. 

The speaker told that qiblat is not only about compass, latitude, longitude. Nowadays luckily we could use apps to help us find out qiblat. So qiblat is also symbol of unity, focus. 

Every moslem all around the world faces the same direction. The speaker also said about “inner” and “outer” qiblat. Inner deals with what’s inside of us. While outer is the lat/long things.

Tidak Ada Waktu?

Semalam, sebelum tidur, saya dan istri mengobrol. Duh, rasanya seru juga kalau punya headphone wireless. Lalu, kalau punya apa lagi, dan apa lagi.

Masalahnya, apakah headphone wireless itu akan bisa terpakai? Kalau saat zaman mahasiswa dulu, yang jadi kendala adalah uang maka sekarang saat sudah bekerja/berkeluarga yang jadi kendala adalah waktu.

Adakah waktu untuk bisa mendengarkan musik via headphone wireless itu?

Rasanya, sekarang kalau ada waktu kosong, lebih asyik dihabiskan bersama Zaidan. Bermain dan aktivitas kreatif lainnya.

Koleksi Musik

Hari ini saya kembali ke perpustakaan. Haduh, perasaan ke perpustakaan sudah kayak ke mall aja saat di Jakarta. Sering sekali.

OK, agenda utamanya adalah mengajak Grug mengunjungi tempat favorit Zaidan. Kemarin Selasa, Zaidan dapat giliran menerima kunjungan Grug.

With Grug, at the library!

A photo posted by za (@zakiakhmad) on

Sebelum pulang, tanpa sengaja, saya melewati rak Audio CD. Eh, ada CD Mylo Xyloto dari Coldplay. Saya ambil saja, walaupun saya tahu di rumah tidak ada CD player dan laptop yang saya gunakan tidak memiliki CD/DVD player secara built-in.

Lalu, … saya masukkan CD Mylo Xyloto ini ke DVD drive. Saya gunakan kabel milik lampu sepeda, tidak bisa. Maklum sudah jarang digunakan, saya lupa di mana saya meletakkan kabel DVD drive ini. Akhirnya ketemu.

Saya coba rip, bisa. Saya menggunakan sound-juicer untuk me-rip, lalu saya gunakan rhythmbox untuk player.

Eh, kualitas musik-nya ternyata jauh lebih enak dari yang ada di youtube. Maklum selama ini saya mendengarkan musik via youtube.

Kalau dirunut dari jauh-jauh hari, koleksi MP3 saya sudah banyak, namun entah tersebar di mana sekarang. Dan kualitasnya pun juga beragam. Zaman di kampus dulu, biasanya saya hanya streaming memanfaatkan mp3search.

Sekarang jadi kepikiran untuk meminjam lagi CD Audio dari perpustakaan, me-rip, dan menambah koleksi musik. Hehehe….

When in Rome

Local book. It's nice when you can read a book and share the same experience.

A photo posted by za (@zakiakhmad) on

Ada pepatah yang mengatakan “When in Rome, do as the Romans do”.

Nah, saat di Melbourne, ini saya mencoba melakukan apa yang Melbournians lakukan. Sayangnya ada satu ganjalan terbesar. Hihihi… saya tidak memiliki penghasilan sebesar orang-orang Roma.

Wkwkwk…

Misal, pengeluaran untuk makan bagi saya $10 itu sudah besar. Nah bagi Melbournians $10 itu ya pengeluaran makan minimal.

Lainnya: saya berusaha naik transportasi publik, naik sepeda, belanja menggunakan trolley belanja untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, memilah sampah, bangun siang, jarang mandi.

Yang terakhir itu tidak bisa dilakukan saat di Jakarta karena sering keringetan.

Musibah

Beberapa hari ini saya mendapati kabar musibah dari 2 orang di dalam lingkaran saya.

Musibah yang pertama adalah teman saya mobilnya ditabrak oleh mobil di belakangnya yang ternyata pengemudinya dalam keadaan mabuk. Untungnya teman saya beserta keluarganya tidak apa-apa. Yang saya tahu mobilnya ringsek depan belakang. Dan belakangan ia berusaha mencari mobil lain dengan harga ala mahasiswa.

Musibah yang kedua datang dari teman saya yang sedang melanjutkan kuliah di Bologna, Italia. Ia dikabarkan jatuh dari apartemen. Kabar terakhir ia menunggu operasi ortopedi. Istrinya dikabarkan akan segera menyusul ke Bologna dalam beberapa hari ke depan.

Kejadian musibah ini, membuat saya semakin belajar pentingnya bersyukur. Dengan segala kondisi yang ada. Biarpun tadi pagi saya dan Zaidan harus menunggu bis selama 15 menit dalam cuaca dingin. Baca lagi bersyukur lebih mudah diucapkan.

Three Pair of Socks

Winter isn’t coming. It’s here.

That’s what written on the the age, the local Victoria newspaper. Last night, I slept with three pair of socks. I didn’t turn on the heater while I slept although I turned it on before I slept.

Now I understand, why do people here really enjoy the sun when it’s shining.

So what I need to do in such a cold condition? Taking another sleep means I will sleep like 10 hours a day. And it doesn’t make my body feels better.

Swimming maybe? Yes they have indoor heated swimming pool. The challenge is to go out from bed and go outside.